Senin, 09 Juli 2012

METODE MEMPELAJARI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


METODE MEMPELAJARI
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

I.       LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam al-Qur’an banyak ditemukan gambaran yang membicarakan tentang manusia dan makna filosofis dari penciptaan. Manusia merupakan makhluknya yang paling sempurna dan sebaik-baik ciptaan yang dilengkapi dengan akal pikiran. Dalam hal ini, Ibnu ‘Arobi misalnya melukiskan hakikat manusia dengan mengatakan bahwa, “tak ada makhluk Allah yang lebih bagus daripada manusia, yang memiliki daya hidup, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar, berpikir, dan memutuskan. Manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang ditemukan bagi mengembangkan tugas dan fungsinya sebagai makhluk Allah di muka bumi. Jadi, memang benar kalau manusia adalah seorang yang sudah sepantasnya sebagai pengajar dan yang diajar ilmu, diantaranya adalah Filsafat Pendidikan Islam.
Hampir seluruh disiplin keilmuan dalam memberikan atau dalam proses belajar mengajarnya menggunakan metode. Bagaimana suatu penyelidikan filsafat dilakukan dari sudut pandang serta obyek material apa yang akan diselidiki, akan menentukan metode yang apa yang dan cocok dipakai. Tepat dan tidaknya metode yang dipergunakan akan menentukan keberhasilan penyelidikan kefilsafatan tersebut.

II.    RUMUSAN MASALAH
Dari uraian di atas, kami dari pemakalah dapat menemukan beberapa permasalahan  yang terkait dengan metode mempelajari filsafat pendidikan islam, berbagai permasalahan tersebut antara lain:
1.      Apa pengertian metode dalam filsafat pendidikan Islam?
2.      Bagaimana metode mempelajari filsafat pendidikan Islam?
3.      Bagaimana metode pengembangan filsafat pendidikan Islam?
III. PEMBAHASAN
A.    Definisi Metode dalam Filsafat Pendidikan Islam
Secara literal metode berasal dari bahasa Greek yang terdiri dari dua kosa kata, yaitu meta yang berarti melalui dan hodos yang berarti jalan. Jadi metode berarti jalan yang dilalui. Runes, sebagaimana dikutip oleh Mohammad Syam, secara teknis menerangkan bahwa metode adalah :
1.      Sesuatu prosedur yang dipakai untuk mencapai suatu tujuan.
2.      Sesuatu teknik mengetahui yang dipakai dalam proses mencari ilmu pengetahuan dari suatu materi tertentu.
3.      Suatu ilmu yang merumuskan aturan-aturan dari suatu prosedur.[1]
Menurut Abudin Nata metode dapat pula membawa arti sebagai cara untuk memahami, menggali, dan mengembangkan ajaran Islam, sehingga terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.[2]
Sementara itu al-Syaibany, yang juga dikutip oleh Al-Rasyidin dan Syamsul Nizar dalam buku Filsafat Pendidikan Islam menjelasakan bahwa metode pendidikan adalah segala segi kegiatan yang terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran yang diajarkannya, ciri-ciri perkembangan peserta didiknya, dan suasana alam sekitarnya dan tujuan membimbing peserta didik untuk mencapai proses belajar yang diinginkan dan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka. Dari sudut pandang filosofis, metode adalah merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.[3]



B.     Metode Mempelajari Filsafat Pendidikan Islam
Pengertian filsafat dapat dilihat dari dua segi:
1.      Dari segi praktis, filsafat merupakan aktivitas pikir murni, atau kegiatan akal manusia untuk memahami secara mendalam terhadap segala sesuatu.
2.      Dari segi teoritis, maka filsafat merupakan produk dari kegiatan berfikir murni. Jadi merupakan suatu wujud “ilmu’ sebagai hasil pemikiran dan penyelidikan berfilsafat itu. [4]
Menurut Jalaluddin dan Usman Said, yang juga dikutip oleh Abdul aziz dalam Buku filsafat Pendidikan Islam, pada garis besarnya ada dua pendekatan pokok dalam mempelajari Filsafat pendidikan Islam, yaitu :
1.      Pendekatan terhadap Wahyu
Merupakan pendekatan pokok dalam mengkaji konsep-konsep wahyu secara filosofis dan analitis.
2.      Pendekatan terhadap Sejarah
Adalah pendekatan yang sejarah yang dilakukan melalui pengkajian hasil pemikiran ulama’ (cendekiawan) Islam di masa silam.
Filsafat Pendidikan Islam dalam memecahkan problem pendidikan Islam dapat menggunakan metode-metode antara lain:
1.      Metode Spekulasi dan Kontemplatif
Dalam sistem filsafat Islam disebut tafakkur. Baik kontemplatif maupun tafakkur adalah berpikir secara mendalam dan dalam situasi yang tenang, sunyi, untuk mendapatkan kebenaran tentang hakikat sesuatu yang dipikirkan. Maka, ia berhubungan dengan hal-hal yang abstrak. Misalnya hakikat hidup menurut Islam, hakikat Iman, sifat tuhan, taqdir, malaikat, dan sebagainya.

2.      Pendekatan Normatif
Maksudnya adalah mencari dan menetapkan aturan-aturan dalam kehidupan nyata dalam filsafat islam, yang biasa disebut sebagai pendekatan syari’iyyah, yaitu mencari ketentuan dan menetapkan ketentuan tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh menurut Syari’at Islam. Metode ijtihad dalam fikih seperti Istihsan, maslahah mursalah, al-adah muhakamah, adalah merupakan contoh-contoh metode normatif ini dalam sistem filsafat Islam.
3.      Pendekatan Analisa Konsep
Pendekatan analisa konsep disebut juga analisa bahasa. Yang menjadi bahan analisa adalah nash-nash Al-Qur’an maupun hadits Nabi.
4.      Pendekatan Historis
Pendekatan ini dilakukan dengan cara mengambil pelajaran dari peristiwa dan kejadian masa lalu. Penggunaan sunnah nabi SAW, sebagai sumber hokum dan penelitian hadits-hadits yang menghasilkan pemisahan antara hadits palsu dan hadits shahih pada hakikatnya merupakan contoh praktis dari penggunaan analisis historis dalam Filsafat Pendidikan Islam.
5.      Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari pola berpikir rasional, empiris dan eksperimental yang telah berkembang pada masa jayanya filsafat dalam Islam.[5]
6.      Pendekatan Komprehensif dan Terpadu
Merupakan pemahaman atau pendalaman yang terpadu antara sumber-sumber naqli, aqli, imani. Pendekatan ini lebih mendekati pola berpikir yang empiris dan intuitif.[6]
Setelah menggunakan metode-metode tertentu, sebagaimana telah diterangkan diatas, akan memperoleh sejumlah data yang diperlukan. Untuk selanjutnya dianalisa dalam rangka memperoleh kesimpulan hasil penyelidikan pemikiran pendidikan Islam.[7]
C.    Metode Pengembangan Filsafat pendidikan Islam
Sebagai sebuah disiplin ilmu, filsafat pendidikan Islam sudah dipastikan memiliki metode pengembangan dan pengkajiannya yang khas, karena metode inilah sesungguhnya yang memberikan petunjui operasional dan teknis dalam mengemabangkan suatu ilmu. Denagn menguasai metode baik secara teorits maupun praktis memungkinkan seseorang tampil sebagai mujtahid atau pemikir dalam suatu bidang ilmu. Dengan demikian, suatu ilmu akan terus berkembang.
Pengembangan filsafat pendidikan Islam biasanya memerlukan empat hal.
Pertama, bahan-bahan yang akan digunakan dalam pengembangan filsafat pendidikan.Dalam hal ini dapat berupa bahan tertulis, yaitu al-Quran dan Hadits yang disertai pendapat para ulama serta para filosof  dan lainnya, dan bahan yang akan diambil dari pengalaman empirik dalam praktek kependidikan.
Kedua, metode pencarian bahan. Untuk mencari bahan-bahan yang bersifat tertulis dapat dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang masing-masing prosedurnya telah diatur sedemikian rupa. Namun demikian, khusus dalam menggunakan al-Quran dan Hadits dapat digunakan  jasa Ensiklopedi al-Quran semacam Mu’jam al-Mufahras li al-fazh al-Quran al- Karim  karangan Muhammad Fuad Abd Baqi dan Mu’jam al-muhfars li al-fazh al-Hadist karangan Weinsink.
Ketiga, metode pembahasan. Untuk ini, Muzayyin Arifin yang dikutip oleh Abudin Nata dalam buku Filsafat Pendidikan Islam, mengajukan alternatif metode yang berdasarkan pendekatan rasional dan logis terhadap sasaran pemikiran secara induktif, deduktif, dan analisa ilmiah.
Keempat, pendekatan. Dalam hubungannya dengan pembahasan tersebut di atas harus pula dijelaskan pendekatan yang akan digunakan untuk membahas persoalan tersebut. Pendekatan ini biasanya diperlukan dalam analisa, dan berhubungan dengan teori-teori keilmuan tertentu yang akan dipilih untuk menjelaskan fenomena tertentu pula. Dalam hubungan ini, pendekatan lebih merupakan pisau yang akan digunakan dalam analisa. Ia semacam paradigma (cara pandang) yang akan digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena.[8]
Bahan-bahan rujukan yang berhubungan dengan filsafat pendidikan Islam pada umumnya memang jarang menjelaskan tentang metode pengembangan filsafat pendidikan islam. Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibany dalam bukunya, Falsafah Pendidikan Islam, tidak membicarakan metode tersebut. Dalam hubungan ini ia hanya menyingggung sumber-sumber bagi penyusunan filsafat pendididkan islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.[9]

IV.  PENUTUP
A.     Kesimpulan
Berdasarkan beberapa uraian di atas, kami sebagai pemakalah dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
    1. Dari sudut pandang filosofis, metode adalah merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.
    2. Dalam memepelajari filsafat pendidikan Islam itu ada beberapa  pendekatan yaitu:
a.       Metode spekulatif dan kontemplatif
b.      Pendekatan normatif
c.       Pendekatan analisa konsep
d.      Pendekatan historis
e.       Pendekatan ilmiah
f.        Pendekatan komprehensif dan terpadu.
    1. Dalam pengembangan filsafat pendidikan islam ada empat metode yang di gunakan anatara lain:
a.       Bahan-bahan yang akan digunakan untuk pengembangan filsafat pendidikan
b.      metode pencarian bahan
c.       metode pembahasan
d.      pendekatan.
B.     Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kesalahan, sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca, yang nantinya untuk perbaikan pada makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pemakalah khususnya dan bagi para pembaca yang budiman pada umumnya, Aamin..
                                                                         

DAFTAR PUSTAKA

Al-Rasyidin, Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam : Pendekatan Historis, Teoritis dan  Praktis, PT. Ciputat Press, Ciputat, 2005.
As-Said, Muhammad, Filsafat Pendidikan Islam, Mitra pustaka, Yogyakarta, 2011.
Aziz, Abdul, Filsafat Pendidikan Islam: Sebuah Gagasan Membangun Pendidikan Islam, TERAS, Yogyakarta, 2009.
Nata, Abudin, Filsafat Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997.



[1] Al-Rasyidin, Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam : Pendekatan Historis, Teoritis dan  Praktis, PT. Ciputat Press, Ciputat, 2005, hlm. 65-66.
[2] Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997, hlm. 92. 
[3] Al-Rasyidin, Samsul Nizar, Op. Cit, hlm. 66-67.
[4] Muhammad as-Said, Filsafat Pendidikan Islam, Mitra pustaka, Yogyakarta, 2011, hlm. 3..

[5] Abdul Aziz, Filsafat Pendidikan Islam: Sebuah Gagasan Membangun Pendidikan Islam, TERAS, Yogyakarta, 2009, hlm.20-22.
[6] Muhammad as-Said, Op. Cit, hlm.15.
[7] Abdul Aziz, Op. Cit, hlm. 22.
[8] Abudin Nata, Op. Cit, hlm. 21-23.
[9] Ibid, hlm. 20.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar